Post with 5 notes

Mama,
ini nandamu
yang pernah mengoyak rahimmu
dengan penuh kepedihan dan merongrong ketentramannya
selama sembilan purnama
.
masih terasa hangatnya susu pertamaku
yang engkau curahkan hampir dua tahun lamanya
masih terlihat deras keringatmu membesarkan dan mendukung cita-citaku
masih terbayang guratan air mata
akibat keegoisanku melupakan kasih sayangmu
astagfirullah..
.
masih terasa keriput-keriput halus di dahimu
karena menahan derita hidupmu
dan selalu mengubahnya menjadi senyum di depanku
.
Mama,
pesanmu padaku
“Jadilah perempuan yang lebih baik dari mama, nak”
padahal dalam hatiku
“bagaimana mungkin bisa Ma, sementara engkau adalah perempuan dan Ibu
terhebat untukku?”
.
Di tengah gunungan ujian menghimpit
masih sempat engkau payungi aku dengan kasih sayang
.
Mama,
usah kau menangis lagi
karena setiap hari aku selalu memohon pada-NYA
“Tuhan, jadikanlah ibuku perempuan yang mulia di surgaMU”
amiiiin